CIREBON (IAINSMART) – Sebanyak 44 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia mengikuti ajang Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) PTKI se-Indonesia yang berlangsung pada 30 Juni–3 Juli 2026 dengan mengusung tema “Strengthening Gender Justice, Inclusion, and Violence-Free Campuses within the Islamic Higher Education Ecosystem.”
PTRG Award III merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dan capaian perguruan tinggi dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender, mewujudkan kampus yang inklusif, serta membangun lingkungan pendidikan tinggi yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui ajang ini, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mendorong seluruh PTKI untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan yang responsif gender dan berorientasi pada perlindungan hak-hak seluruh sivitas akademika.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 44 PTKI mengikuti proses penilaian yang terbagi ke dalam tiga kategori penghargaan. Peringkat Utama diberikan kepada 15 perguruan tinggi dengan capaian terbaik yang berhasil masuk sebagai nomine utama.
Selanjutnya, Peringkat Madya diraih oleh 15 perguruan tinggi, sedangkan Peringkat Pratama diberikan kepada 14 perguruan tinggi yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan kemajuan dalam penguatan kelembagaan responsif gender.
Salah satu capaian yang membanggakan datang dari Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART). Untuk pertama kalinya mengikuti ajang PTRG Award, berhasil meraih Penghargaan Peringkat Pratama dengan perolehan nilai 485.
Prestasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kampus untuk terus menguatkan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG), Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Penghargaan PTRG Award III Peringkat Pratama diterima langsung oleh Kepala PSGA IAIN SMART, Dr. Selviyanti Kaawoan, S.Ag., M.HI. Penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pimpinan Rektorat, PSGA, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika dalam membangun sistem kelembagaan yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada perlindungan kelompok rentan.
Dr. Selviyanti Kaawoan, S. Ag., M. HI., menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi IAIN SMART untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan dan program responsif gender.
Menurutnya, pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk memperkuat budaya kampus yang menghormati kesetaraan, menjamin inklusivitas, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.
Keikutsertaan dan keberhasilan IAIN SMART pada PTRG Award III menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung agenda nasional Kemenag RI untuk mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkeadilan gender, inklusif, dan bebas kekerasan.
Ke depan, IAIN SMART akan terus memperkuat inovasi, tata kelola, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar implementasi pengarusutamaan gender dan GEDSI semakin terintegrasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tata kelola kelembagaan.

