GORONTALO (IAINSMART) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (IAIN SMART) menggelar kegiatan Pendampingan Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Internasional yang dirangkaikan dengan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengelola Jurnal, yang bertempat di Aula Gedung Rektorat Lantai IV, Kampus I IAIN SMART, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus, menghadirkan sejumlah narasumber yang expert dibidangnya, Prof. Dr. Irwan Abdullah, Prof. Dr. Mustakim Pabbajah, Dr. Tabrani Z.A., S.Pd.I, M.Si, M.A., Dr. Ramzis.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor (Warek) II IAIN SMART, Dr. Jufri D, M.Ag., didampingi Kepala Biro AUAK IAIN SMART, Dra. Hj. Farida Napu, M. Pd.
Dalam laporannya, Ketua LP2M IAIN SMART, Dr. Nova Effenty Muhammad, M.HI., mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda formal akademik, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun budaya akademik yang lebih kuat, produktif, dan percaya diri dalam menghadapi dunia publikasi internasional.
“Kami berharap jurnal-jurnal di lingkungan IAIN SMART tidak hanya bertahan pada capaian saat ini, tetapi terus berkembang menuju indeksasi internasional yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga melaporkan, bahwa saat ini IAIN SMART memiliki 41 jurnal aktif, yang telah menunjukkan perkembangan positif. Namun demikian, tantangan berikutnya adalah mendorong jurnal-jurnal tersebut agar mampu menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus.
Sementara itu, Warek II IAIN SMART, Dr. Andi Jufri, M.Ag., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya publikasi ilmiah sebagai paspor intelektual perguruan tinggi dalam forum ilmiah global.
“Artikel pada jurnal bereputasi internasional adalah jalan agar nama kampus, Gorontalo, dan Indonesia dapat disebut dengan hormat dalam percakapan ilmiah global,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan para peserta untuk tidak takut terhadap penolakan artikel.
“Penolakan bukanlah akhir, melainkan surat cinta dari editor bahwa tulisan kita masih perlu naik kelas. Jangan takut ditolak, tetapi takutlah berhenti menulis,” pesan Warek II,
Selain itu, Prof. Dr. Irwan Abdullah, sebagai Keynote Speaker menekankan pentingnya menjadikan Gorontalo sebagai bagian dari pusat produksi pengetahuan global, bukan hanya sebagai konsumen pengetahuan.
“Sudah saatnya produksi pengetahuan dilakukan dari pinggiran. Kecerdasan lokal Gorontalo harus menjadi bagian dari global knowledge. Masalah-masalah besar dunia tidak bisa diselesaikan hanya dengan pikiran global, tetapi membutuhkan kontribusi kecerdasan lokal yang terakumulasi menjadi kecerdasan kolektif,” tandasnya. (Hms/YN)
